Diandra terbangun karena suara alarm yang sengaja dipasangnya sudah meraung-raung memaksanya bangun. Ia mendapati tubuhnya di atas sofa dengan selimut yang menutupi sebatas d**a. Matanya terbuka perlahan demi menyesuaikan cahaya ruangan. Televisi layar datar yang tepat berada di hadapannya kini sudah mati. Ia mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan demi mencari pria pemilik rumah ini. "Qi..." panggilnya dengan suara parau. Tak ada jawaban sama sekali. Rumahnya benar-benar sepi karena memang Qiandra tidak mempekerjakan asisten rumah tangga dengan jadwal penuh. Wanita itu mengambil ponselnya yang sudah berhenti berbunyi. Ia mendapati banyak sekali panggilan tidak terjawab dari Rajendra. Tetapi, ia malah mencari pesan yang mungkin saja dikirimkan oleh Qiandra. "Oh, ada kerjaan. Tapi k

