Sampai petang tiba, Diandra terpaksa duduk dan mendengarkan banyaknya omong kosong sang mertua. Sebenarnya, di sana bukan hanya dirinya yang merasa tidak nyaman, tapi yang lain juga bersikap biasa saja karena menghargai orang yang lebih tua. "Saya izin ke toilet sebentar, ya." pamit Diandra. Semua orang di sana mengangguk kecuali Adelia yang malah menatapnya sinis. Diandra tidak peduli sama sekali. Ia memang ingin membasuh wajahnya dan menetralkan perasaannya barang sekejap. Qiandra yang duduk tak jauh dari sana, tentu saja tidak lepas memantau Diandra. Pria itu beranjak dari duduknya beberapa menit setelah Diandra pamit. "Capek banget, ya?" Diandra yang sebelumnya menunduk itu pun langsung tegak dan melihat seseorang yang berdiri di belakangnya dari pantulan cermin. "Qi? Ngapain kam

