Chapter 58

2003 Kata

Albert menyesap kopinya perlahan sebelum mulai bicara. Ia takut kalau apa yang dikatakannya malah menimbulkan kesalahpahaman. Meski sudah dirancang sedemikian rupa sebelumnya, ia masih menimbang-nimbang hal ini. Kepalanya terus berkutat menyusun kata yang akan keluar dari mulutnya. "Sebelumnya, maaf kalau lancang mengirimkan pesan dari HP Ian. Saya sengaja menyimpan HPnya karena tidak mau membuatnya semakin terpuruk." Ucapan pertama yang Albert sampaikan membuat hati Diandra mencelos. Sudah ia duga kalau Qiandra tidak baik-baik saja. "Qiandra pasti nggak baik-baik aja kan, Bang?" Meski begitu, Diandra tetap menyampaikan pertanyaan retorisnya. Albert mengangguk sebagai jawaban. Ada hening yang tercipta di antara mereka. Albert yang sebenarnya bisa saja membeberkan semuanya, ternyata s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN