Diandra menghirup udara pagi yang cukup menyegarkan. Jauh dari hiruk pikuk kota membuatnya lebih nyaman. Meski niat perginya yang tiba-tiba itu masih membuat orang tuanya penasaran karena ia yang tetap memilih bungkam dengan apa yang sebenarnya terjadi. "Ayo, sarapan dulu, Di." Suara sang ayah menginterupsi Diandra yang tengah terpejam dan menghirup udara sebanyak-banyaknya. "Iya, Ayah." Ia menyunggingkan senyum tipisnya. Membalas sambutan hangat sang ayah. Sebenarnya, Diandra tidak ingin membebani pikiran kedua orang tuanya. Tetapi, saat itu ia tidak memiliki pilihan lain selain pulang ke rumah orang tuanya. Karena, menurutnya hanya tempat itu yang aman dan nyaman baginya. "Sudah oke?" tanya sang ayah. Sama seperti ibunya, ayah Diandra juga tak mengutarakan langsung rasa ingin tahun

