Tak biasanya ibu Diandra mengunjunginya tanpa mengabari. Tentu saja, hal itu membuat Diandra agak bingung. Apakah terjadi sesuatu? "Bu. Semuanya baik-baik saja, kan?" tanya Diandra. Sang ibu hanya menatap sang putri dengan sendu. Tak ada yang dikatakannya. Wanita paruh baya itu mengusap surai legam sang putri. "Bu..." Diandra tidak mengerti apa yang tengah terjadi saat ini. "Maafkan Ibu ya, Nak." ujarnya lirih. Diandra mengernyit karena tidak mengerti dengan perkataan sang ibu yang tiba-tiba. Merasa pembicaraan mereka akan sedikit rahasia dan membutuhkan privasi, Diandra mengajak sang ibu menuju kamarnya untuk bicara. "Kenapa Ibu minta maaf?" tanya Diandra. "Maaf karena sudah menghancurkan hidup kamu, Nak. Ibu bersalah karena terlalu mendengar apa yang orang lain katakan. Tanpa Ibu

