Diandra mematut dirinya di depan cermin. Sudah cukup lama ia tidak berdandan seformal ini. Kehamilannya tidak membuat penampilannya berubah. Diandra tetap Diandra yang memukau. Karena walau bagaimanapun, dirinya tetap nyonya dari sang empunya acara. Ia juga merupakan orang yang senang jika semua mata tertuju kepadanya. Tak disangka, apa yang dilakukannya tersebut ternyata sudah menjadi perhatian Rajendra yang berdiri di ambang pintu kamarnya. "Diandra selalu cantik. Seperti biasa." pujinya yang membuat Diandra akhirnya menoleh. "Sejak kapan lo di situ?" tanya Diandra. "Sejak kamu siap-siap." "Kenapa nggak manggil gue? Kan jadi lama. Ya udah, ayo berangkat." Satu-satunya hal yang dilarang Rajendra adalah sepatu hak tinggi yang hendak digunakan Diandra. Karena itu tidak aman untuk oran

