Setelah kondisinya dinyatakan membaik, Diandra akhirnya diizinkan pulang. Memang, tubuhnya sudah mulai membaik, tapi tidak dengan hatinya yang masih merasakan kejanggalan. Rasa cemasnya semakin mengganggu. "Gue mau pulang ke rumah ibu." ucap Diandra saat hendak memasuki mobil. Hal itu membuat Rajendra menghentikan gerakannya membukakan pintu mobil untuk Diandra. "Kenapa?" tanyanya. "Gue nggak yakin kalau kondisi gue bakal baik-baik aja. Lagipula, lo sendiri tau kan kondisi gue? Gue cuma nggak mau lebih banyak nyusahin lo." "Tapi aku nggak---" "Lo nggak repot? Tapi lo harus tetep kerja, Rajendra. Lo nggak seharusnya ngorbanin waktu kerja lo. Gue nggak mau utang budi nantinya." Diandra membuang napasnya kasar. Ia tahu kalau Rajendra pasti akan mencoba menggagalkan keinginannya bagaima

