Qiandra kecil hidup dengan banyak pertanyaan di kepalanya. Keingintahuan tentang dirinya sendiri sudah begitu mengganggu. Belum lagi, pandangan teman-teman sebayanya. Ya, dulu ia dibesarkan di sebuah panti asuhan. Saat itu ia bersama dua teman sebayanya sering kali mendapat cibiran karena setiap kali pembagian raport, yang datang satu orang yang tidak lain adalah pengurus panti. Ia kerap kali mendapat cibiran mengenai orang tuanya. Tetapi, bukan itu masalah sebenarnya. Ia sering kali mengatakan kalau ia memiliki ibu. Ibu kandung. Bukan ibu panti. Wanita yang sering disebutnya mama. Tetapi, semua yang diceritakannya itu terdengar seperti bualan semata. Karena, Qiandra hanya berkata tanpa bukti. Sebab, setiap kali ada acara apapun, ibu pantinya lah yang datang sebagai wali. "Andra ngarang

