"Huft! Untung aja!" Diandra mengembuskan napasnya lega. Sementara, Qiandra tampak begitu santai saat Diandra kembali duduk di sebelahnya. "Kamu kok nggak panik? Jantungku hampir copot kalau sampai Rajendra tau mobil kamu. Eh, ternyata nggak bawa mobil!" Qiandra mengecup pipi Diandra sekilas agar wanita itu berhenti mengomel. Tentu saja, Qiandra tidak akan seceroboh itu sampai mengendarai mobilnya sendiri. "Jadi, ibu nggak ngadu apa-apa ke Jendra soal ibu yang nggak ada di rumah," gumam Diandra. "Lho, iya? Aku kira dia telepon kamu karena dikasih tau ibu." "Aku juga ngiranya gitu. Ternyata, ibu lebih pengertian." kekeh Diandra. Kedatangan Rajendra hanya mengirimkan beberapa makanan yang cukup sering Diandra pesan di malam hari. Padahal, semakin ke sini, ia sudah tidak mengidam apapun

