"Qiandra ke mana, sih?" Diandra lagi-lagi menatap ponselnya yang sudah dua hari begitu sepi tanpa kabar dari Qiandra. Tak biasanya Qiandra seperti ini. Tidak memberinya kabar sama sekali lebih dari satu hari. Diandra dilanda cemas. Apalagi, pesan terakhir yang dikirimkan pria itu terasa sangat berbeda dengan pesan yang biasa dikirimkan kepadanya. "Ya Tuhan. Semoga Qiandra gak apa-apa." Diandra meringis saat tendangan di perutnya begitu keras. Sepertinya, anaknya juga merindukan ayahnya. "Aw. Sabar ya, Nak. Sebentar lagi daddymu ngasih kabar, kok." Ia mengelus perut buncitnya. Mencoba menenangkan sang anak yang terus menendang. "Iya, iya. Mommy yakin, nggak ada apa-apa." "Kenapa, Di? Baby nendang-nendang, ya?" tanya sang ibu yang langsung diangguki oleh Diandra. Kedatangan sang ibu

