Chapter 48

2011 Kata

"Kayaknya, kita yang nggak bisa nebak jalan pikiran Rajendra." ucap Diandra dari balik teleponnya. "Qi, kamu hati-hati, ya." Setelah kembali dari Bandung, pikiran Diandra malah semakin tidak tenang. Ia terus mengingat kejadian saat Rajendra tiba-tiba memberikan makanan yang mengatas namakan dirinya. Ia takut kalau Rajendra ternyata mengetahui semuanya. Tentu saja, hal itu membuat Diandra khawatir akan keselamatan Qiandra. "Di, harusnya aku yang ngomong kayak gitu sama kamu. Karena, kamu yang tinggal sama dia. Tapi, kayaknya dia memang nggak ada niat buruk, Di. Kamu tenang saja. Kan, biasanya kamu yang bilang kalau Rajendra nggak sama dengan ibunya." Diandra menghela napasnya. Semakin tua usia kehamilannya, Diandra semakin menduga-duga tentang apapun. Entah, ini hanya pemikirannya semata

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN