Diandra yang terbiasa dengan tubuh proporsional, mulai khawatir dengan bentuk tubuhnya yang mulai melebar karena kondisi kehamilannya. Perutnya juga sudah mulai membuncit. Ia takut kalau Qiandra tidak menyukainya. Sudah setengah jam wanita itu mematut dirinya di depan cermin. Tetapi, ia selalu merasa tidak pantas. Entah model bajunya yang tidak cocok, atau bahkan warnanya. Ia nyaris menangis saat itu. "Astaga! Kenapa jelek banget?" Diandra mulai berkaca-kaca. "Di, ayo sarapan dulu." Diandra langsung mengusap matanya dengan cepat saat suara Adelia menggema dari balik pintu kamarnya. "Iya, Ma. Sebentar lagi." Akhirnya, Diandra keluar dengan pasrah. Meski masih tidak puas dengan penampilannya, tapi semoga ia tidak mengecewakan Qiandra saat bertemu nanti. "Kamu jadi ke acara ulangtahun

