Chapter 37

2010 Kata

"Capek banget, ya?" tanya Diandra yang mendapati Qiandra tengah duduk menghadap jendela kamarnya yang terbuka. Ia duduk di samping pria itu dan menyandarkan kepalanya di bahu Qiandra. Tanpa bicara sama sekali, Qiandra mengelus puncak kepala Diandra dengan lembut dan mengecupnya berkali-kali. Diandra tidak pernah mendapati Qiandra yang seperti ini selama dirinya bertemu kembali dengan pria itu. Tak pernah ada raut kelelahan atau entahlah, tak bisa terbaca seperti sekarang ini. Tetapi, ia berpikir kalau setiap manusia memiliki fase lelahnya masing-masing. Ia juga tidak meminta Qiandra bercerita sebelum pria itu mengatakannya sendiri. Berada dalam posisi seperti ini sudah cukup nyaman dan ia harap semoga segala lelah atau perasaan buruk apapun yang dirasakan Qiandra bisa berkurang. "Kamu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN