Sepanjang perjalanan pulang, Diandra terpaksa duduk di kursi belakang. Ia tidak mau nanti Rajendra yang mungkin saja sudah sampai ke rumah terlebih dahulu akan begitu curiga. "Sayang, makannya jangan ditunda lagi, ya." "Hm." Diandra hanya menjawab perkataan Qiandra dengan gumaman. Pasalnya, entah sudah berapa kali pria itu mengatakannya. "Di..." "Jangan bawel kayak Rajendra. Aku nggak suka!" Diandra mulai mengeluarkan jurus merajuknya yang membuat Qiandra terkekeh gemas dibuatnya. "Nggak usah ketawa!" "Iya, nggak. Maaf, deh. Aku cuma khawatir banget aja. Kita kan nggak tinggal bareng." "Iya, sayang. Diandra paham apa maksud kamu. Makasih, ya." "Ya ampun, mau cium!" pekik Qiandra. Pria itu tidak pernah menduga saat mobilnya terhenti di lampu merah, Diandra akan memberikan sebuah k

