Estafet Cahaya

842 Kata

Waktu adalah pencuri yang paling sopan. Ia mengambil masa muda tanpa permisi, namun meninggalkan jejak-jejak yang jauh lebih berharga. ​Sepuluh tahun telah berlalu sejak keputusan besar di bawah hujan Jakarta itu. Apartemen di lantai dua belas kini terasa jauh lebih "padat", bukan oleh barang, melainkan oleh kenangan. Arka kini bukan lagi bocah yang mengejar capung di tebing Uluwatu. Ia telah tumbuh menjadi remaja berusia enam belas tahun yang jangkung, dengan suara yang sudah pecah dan berat—persis seperti Reza—namun memiliki jemari yang panjang dan artistik milik Ayla. ​Suatu Sabtu pagi yang cerah, Ayla berdiri di ambang pintu studio. Ia melihat Arka sedang duduk di depan sebuah kanvas besar. Kali ini, bukan lukisan abstrak atau naga hijau, melainkan sebuah sketsa wajah seorang gadis y

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN