Gavin meletakkan ponselnya di atas meja. Ia lalu menatap Fernandes yang saat ini duduk di kursi depan meja kerjanya. “Ada apa? siapa yang menghubungimu?” tanya Fernandes penasaran. “Asisten rumah tangga Jasmine.” “Untuk apa pelayan Jasmine menghubungimu? Apa terjadi sesuatu dengan Jasmine?” tanya Fernandes sambil mengernyitkan dahinya. Gavin menghela nafas panjang, “Bibik memintaku untuk menolong Jasmine.” “Apa maksud kamu? ada apa dengan Jasmine?” Fernandes semakin terlihat cemas. “Vino. Dia mendatangi Jasmine dan memperlakukan Jasmine dengan kasar. Tapi aku gak tau, apa yang Vino lakukan kepada Jasmine.” “Lalu, kenapa kamu masih tetap disini? Apa kamu gak akan menolong Jasmine?” tanya Fernandes sambil menyipitkan kedua matanya. “Kamu tau apa yang sudah Jasmine lakukan ke aku. Kam

