Gavin mengernyitkan dahinya saat melihat Fernandes yang sejak tadi diam sambil menatap langit-langit ruangannya. Dia kenapa sih? Apa dia marah karena semalam aku gak jadi datang ke apartemennya? Tapi kan semalam aku sudah menghubunginya kalau aku gak bisa datang. Gavin berdehem, hingga membuat Fernandes menoleh ke arahnya. “Apa yang sedang kamu pikirkan? cerita sama aku, siapa tau aku bisa membantumu. Anggap saja ini balasan aku karena kamu selama ini sudah banyak membantuku.” Fernandes menghela nafas, ia lalu kembali menatap langit-langit ruangan Gavin. “Vin... kamu kenal aku ‘kan?” “Hem...” “Aku bukan pria brengsekkan?” Gavin mengernyitkan dahinya. Ia lalu beranjak dari duduknya, melangkah menuju sofa tempat Fernandes duduk bersandar sambil menatap langit-langit ruangannya. Apa

