Fernandes berjalan cepat menuju pos penjaga. Dimana di pos itu ada dua pria yang tak lain penjaga keamanan di rumah Jasmine. Tentu saja Vino yang mempekerjakan mereka, dengan alasan untuk memantau gerak gerik Jasmine di rumah itu. “Maaf, Pak. Kenapa di rumah gak ada orang ya? dimana Jasmine dan pembantunya?” Fernandes belum menyebut nama Shanum. Ia ingin tau keberadaan Jasmine terlebih dahulu, dengan begitu ia bisa melacak keberadaan Shanum. “Maaf, Nyonya Jasmine sedang tak ada di rumah. Kalau Bik Ijah, dia pulang kampung karena anaknya sedang sakit.” Tentu saja apa yang dikatakan penjaga keamanan itu adalah bohong. Tentu saja Vino yang sudah menyuruh mereka untuk berbohong. “Lalu, apa kalian tadi melihat ada seorang wanita datang kesini?” Kedua penjaga itu menatap satu sama lain.

