“Kita mau pergi kemana?” tanya Jasmine saat Vino mengajaknya masuk ke dalam mobil. “Masuklah. Nanti kamu juga bakalan tau.” Jasmine masuk ke dalam mobil. Vino lalu menutup pintu mobil, lalu berjalan memutar untuk masuk ke kursi pengemudi. Ia lalu melajukan mobilnya keluar dari pintu gerbang rumahnya. Dalam perjalanan, Jasmine melihat spion depan. Kedua matanya menatap sebuah tas yang ada di bangku belakang. Bukannya itu tas yang biasa Shanum pakai? Kenapa tas Shanum ada di mobil Vino? Vino menatap Jasmine yang tengah menatap kaca spion depan. Ia lalu mengikuti arah kedua mata Jasmine. Itu ‘kan tas Shanum? Kenapa Beni seceroboh itu! “Vin... itu tas cewekkan?” tanya Jasmine sambil mengernyitkan dahinya. Vino mencoba untuk tetap tenang. Ia tak ingin sampai Jasmine curiga tentang Shan

