“Nyonya...” wanita paruh baya berjalan mendekati Jasmine dan Shanum. Jasmine menatap Shanum. Ia lalu kembali menatap wanita paruh baya yang kini sudah berdiri dihadapannya. “Bik, terima kasih atas bantuan Bibik. Terima kasih sudah membantuku untuk menyelamatkan Shanum. Aku akan membawa Shanum pergi dari rumah ini,” ucap Jasmine sambil menggenggam tangan wanita paruh baya itu. “Ta—tapi, Nyonya. Bagaimana kalau sampai Tuan Vino tau? Tuan Vino pasti akan marah, Nyonya. Tuan pasti akan menghukum Nyonya dan Bibik tidak mau sampai itu terjadi, Nyonya.” Shanum menatap Jasmine, “Mbak, apa yang Bibik katakan memang benar. Aku hanya gak ingin sampai Vino menyakiti Mbak Jasmine nantinya. Aku bisa pergi sendiri. Aku gak akan melibatkan Mbak Jasmine dalam masalah ini.” Jasmine tersenyum, “soal itu

