Wanita paruh baya itu sudah siap dengan sepiring pisang goreng yang ada di atas nampan yang ada di tangannya saat ini. Ia bersiap-siap untuk memberikan pisang goreng itu kepada Dodo—si penjaga rumah itu yang masih terjaga sampai detik ini. “Lho, Do. Kenapa si Kiwil?” tanya wanita paruh baya itu berbasa-basi sambil meletakkan sepiring pisang goreng itu ke atas meja. “Mungkin dia sudah gak kuat nahan kantuknya, Bik.” “Yah... sayang dong. Padahal Bibik sudah buatkan kopi tadi. Jadi mubazirkan kopinya.” Wanita paruh baya itu berpura-pura memasang wajah sedih. “Tenang aja, Bik. Biar nanti kopinya aku yang habiskan. Biar aku bisa terjaga sampai Tuan Vino pulang,” ucap Dodo sambil tersenyum. “Tapi ‘kan itu kopi sudah diminum sama Kiwil, Do? Masa mau kamu minum juga? Entar jadi secangkir be

