"Senjata yang paling menyakitkan adalah perasaan." ***** *** * ________________ ***Yunki POV*** . . . Aku benar-benar tak bisa menghubungi dan bertemu Reya. Ditambah aku harus menghadiri beberapa wawancara dengan Sooran, hmmm Gadis itu benar-benar menguras emosiku. Dia sengaja membuat jawaban yang menyiratkan aku dengan sengaja memberikan perhatian padanya. Aku sudah memberikan pernyataan jika kami tak ada hubungan apapun! Tapi, masih saja ini menjadi perbincangan di sosial media. Aku lelah, aku ingin berlari dan memeluk Reya. Aku ingin tidur di pangkuannya dan merasakan pijatan jemarinya di wajahku, Aku suka melihat matanya membulat karena aku menjahilinya, mendengarnya kesal karena aku menggoda, aku suka ketika kami tertawa bersama, aku suka masakannya meskipun aku tak pernah

