"Karir masa depan terkadang bukan hal yang bisa disatukan dengan perkara yang disebut dengan perasaan." ******* *** * ____________________ **Author POV** . .. ... Reya melangkahkan kakinya ke dalam ruang manager Do. Yang juga ruang kerjanya. Ia menatap bosnya yang saat ini sedang sibuk memeriksa beberapa laporan di mejanya. Manager Di menatap Reya dengan senyuman terukir di wajahnya. Entahlah mengapa ia begitu sumringah sekali hari ini. Seolah ada rindu yang terbayar melihat kedatangan gadis berhijab yang kini duduk di meja kerjanya. "Kau masuk lebih cepat dari yang dijadwalkan. Apa kau sudah merasa lebih baik?" Reya mengangguk, ia benar-benar sudah merasa baikan hari ini. "Alhamdulillah, aku sudah merasa lebih baik." "Kau tak perlu masuk jika masih merasa kurang sehat. Aku

