DANISSYA POV Aku mengutuk diriku berkali-kali setelah mengatakan hal mengenai perceraian pada Ka Arsya barusan. Aku pikir, Ka Arsya akan memohon agar kita kembali bersama. Tapi nyatanya ia malah terdiam. Tak ada respon yang kuharapkan terjadi disana. Mama bilang, seberat apapun masalah yang ada di dalam rumah tangga jangan sampai sepatah kata cerai pun keluar. Baik aku maupun Ka Arsya harus mampu menyatukan kembali hubungan kita. Seberat apapun cobaannya. Tapi rasanya aku ingin menyerah. Aku berusaha melupakan kejadian dimana Ka Arsya membohongiku untuk mengantar Winna pulang. Tapi hari ini ia seakan-akan menunjukkan jika Winna jauh lebih penting ketimbang istrinya sendiri. Aku membuka pintu rumah dengan lemas. Aku berniat mengemasi barang-barangku dan menginap sementara di

