"Ashley..." gadis itu... Sean merasa seolah jantung nya diremas kencang, melihat gadisnya yang selama ini selalu bersamanya, mencintainya, berlumuran darah didepan sana dengan mata tertutup. Wajah cantik nya yang selalu tersenyum padanya, kini Nampak memutih, pucat. Sean berlari menghampiri dimana Ashley berada meskipun tertatih akibat seluruh tubuhnya yang babak belur akibat keganasan Peter yang sempat menghajarnya, namun terlambat. Mobil itu pergi, mulai berjalan dengan cepat membawa Ashley. Sean berteriak marah, matanya memerah, dan menangis. Dadanya terasa sesak, melihat keadaan Ashley yang berlumuran darah. Jiwanya lemah, Sean merasa jiwanya secara perlahan terhembus, bagai kabut, melihat gadis yang paling ia cintai dalam hidupnya memucat dengan kedua matanya yang tertutup. "Ashley,

