Chapter 18

597 Kata

"Sir, jet yang anda gunakan untuk meeting di Birmingham sudah siap." "Sir?" "Sir? Do you hear me?" Tanya seorang pria berstelan formal pada seorang lelaki yang tengah melamun, menatap kosong kearah depan. Untuk ketiga kalinya pria yang tak lain ialah Alexandro (asisten sekaligus sekretaris Sean) memanggil dan berusaha menyadarkan bossnya itu. "Ohh, I'm sorry Al. okay, kita akan berangkat sekarang. Dan pastikan semuanya berjalan cepat, aku tak ingin terlalu lama berada di Birmingham." Saut Sean setelah sadar dari lamunan yang menjadi kebiasaannya selama kurang lebih tiga tahun ini. Alexandro pun mengangguk dan pamit undur diri dari ruangan Sean. Setelah melihat Alexandro telah keluar dari ruangannya, Sean pun menghela nafas kasar. Ia menjambak rambutnya dengan frustasi. "Kau tau Ash? Ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN