"Makasih ya, Sa. Berkat lo mantan gue jadi gak ganggu lagi," ucap Amara. Raksa yang tengah sibuk dengan laptopnya lantas mengangguk ringan. Kini mereka tengah duduk di ruang OSIS. Amara sengaja membantu pekerjaan Raksa sebagai balasan karena cowok itu sudah mau membantunya. "Lain kali, kalo mau pacaran sama cowok tuh pilih-pilih!" nasihat Raksa. Amara mengangguk paham. "Iya, Sa. Lain kali gue bakalan hati-hati!" "Bagus kalo gitu." "Oh iya. Soal rumor itu gimana? Mereka'kan tau kita beneran pacaran, padahal cuma pura-pura." "Lo tenang aja. Itu cuma rumor, nanti juga mereda." Mereka sama-sama sibuk setelahnya. Tak ada lagi yang mengeluarkan perkataan. Sesekali Amara melirik Raksa, dia senang bisa terus dekat dengan cowok itu. Sebut saja dia tengah mengambil kesempatan dalam kesempitan

