Cahaya bintang di angkasa dan cahaya kunang-kunang di depan mata apalah bedanya? "Kita hampir sampai. Pak." terdengar suara kaku Boy si android dari balik kemudi membangunkanku. Aku semakin kaget ternyata tanpa kusadari aku tertidur dan bersandar pada pak Jan, dan ngiler pulak! Ditambah ada lelehan ilernya, itu lho sekresi berupa senyawa biokimia mulutku. Lelehannya membasahi jasnya pak Jan. “Oh, eh... aduh...maaf, maaf.” segera aku mengambil tisu dan melap sisa lelehat kimia menjijikan itu. Aduh, jika ada level untuk malu, mungkin aku ada di level 10 skala 1-10. Pak Jan tak bersuara. Dia sendiri menjadi salah tingkah. Aku tak mampu membedakan lagi, apakah itu ekspresi malu, marah, atau jijik. Oh bagaimana aku bisa tertidur sep

