BAB. 9. PUTRI BUKANLAH SANG BINTANG (bagian 1)

1324 Kata

 Cahaya bintang di angkasa dan cahaya kunang-kunang di depan mata apalah bedanya?                "Kita hampir sampai. Pak." terdengar suara kaku Boy si android dari balik kemudi membangunkanku. Aku semakin kaget  ternyata tanpa kusadari aku tertidur dan bersandar pada pak Jan, dan ngiler pulak! Ditambah ada lelehan ilernya, itu lho  sekresi berupa senyawa biokimia mulutku. Lelehannya membasahi jasnya pak Jan.             “Oh, eh... aduh...maaf, maaf.” segera aku mengambil tisu dan melap sisa lelehat kimia menjijikan itu. Aduh, jika ada level untuk malu, mungkin aku ada di level 10 skala 1-10.             Pak Jan tak bersuara. Dia sendiri menjadi salah tingkah. Aku tak  mampu membedakan lagi, apakah itu ekspresi malu, marah, atau jijik.             Oh bagaimana aku bisa tertidur sep

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN