Karena Tuhan selalu bersama prasangkamu, Maka jagalah prasangkamu **** Seperti biasa, aku keluar kantor, berjalan ke arah yang ditunjukan Boy si android. Lalu aku akan melihat mobil penjemputku, sekaligus Boy di dalamnya. Benar-benar kejutan, pak Jan ada di dalam mobil, 'menungguku'? Oh... oh... Tapi melihat wajah dinginnya, dan senyum gamangnya, aku mengerti, dia sedang banyak pikiran. Seperti biasa, aku duduk di depan bersama si Boy, maksudku, tentu saja menjaga jarak dengan pak Jan,dan agar kejadian tertidur di pundaknya tidak terulang lagi. Sepulang kantor, dengan kejutan seperti ini, kukira kami akan terlibat dalam pembicaraan hangat. Apalagi kami sudah tiga hari tak bertemu. Tapi melihat situasi dinginnya aku menahan kata-kataku. Berulang

