BAB. 19. PUTRI WANDA (bagian 1)

2704 Kata

            “Aku tak pernah menyangka selama ini tetangga dekatku menyembunyikan manusia buatan sehebat Yusuf." Kata Wanda di tengah suapan sarapannya.             Seperti biasanya, gaya makannya membuat aku risi. Mulutnya masih penuh, tapi dia terus melayangkan sendok seisinya kesana. Beberapa kali ia selang dengan minum. Gaya terburu-burunya mengingatkan pada perlombaan makan banyak secepatnya. Dia memang juaranya. Yang aku tak habis pikir, tubuhnya tetap saja kurus.             Aku menahan diriku agar tak bertanya tentang Yusuf pada Wanda. Wanda bukanlah orang yang cerdas dalam menanggapi obrolan. Aku harus menjaga jangan sampai terjadi kesalah pahaman.             Mulanya kukira ibu Ratija juga terlalu ceroboh menolong Wanda dengan cara ini. Tapi adakah jalan lain? Yang lebih cepa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN