Seperti inilah malam di kota mepolitan. Lampu-lampu menyala dengan sombong mengambil alih matahari. Papan TV reklame menyala 24 jam. Saat malam tayangan menjadi lebih seronok, dan memaksa siapapun yang melintas dibawahnya untuk melirik. Tak heran bila kecelakaan di persimpangan ini punya catatan yang serius. Sudah lama keberadaan papan TV reklame yang besar dan menonjol sarat iklan mengobral nafsu, ini diprotes, tapi, pajak yang dihasilkan dari sana lebih menggiurkan rupanya. Sambil membawa Wanda di punggungku, aku rayapi gedung tinggi ini, memutar jalan menuju belakang rumah susun kami. Beberapa kali Wanda menjerit dan berdesis-desis ngeri saat aku harus menyeberangi gedung tinggi menuju gedung tinggi lain. "Ah, hati-hatilah! Aku masih ingin hidup seribu tahun lagi!" katanya cere

