BAB. 13. PUTRI SANG BINTANG (bagian 1)

1024 Kata

  Ini bukan tentang rasa yang hidup dari mati. Bukan tentang bangun dari mimpi. Tapi seperti mimpi yang menjadi setengah kenyataan ***             Dua minggu sudah aku keluar dari rumah sakit, akupun kembali pada rutinitasku. Pekerjaanku, memangnya apalagi yang bisa aku lakukan selain pekerjaan kantor? Kehidupanku dalam ‘pelarian ini’ seperti kehidupan yang dulu aku cita-citakan. Bekerja, menghasilkan uang, dan hidup nyaman. Tapi aku lupa, tentang sepi dan hampa yang menyertainya.             Tak ada pekerjaan rumah, tak ada keributan anak-anak, yang membuat aku berperan ganda menjadi wasit di rumah. Karena semua tak mungkin ditangani oleh bu Ratija seorang. Lalu bagaimana bila aku tidak ada di sana? Bu Ratija pasti kerepotan mengurus ke sembilan adikku. Apalagi ada Ilalang yang ber

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN