Catatan: untuk tokoh pangeran ini, kesalahan penggunaan bahasa mauapun tata paragraf bukan kesalahan cetak, atau editor, atau lay out. Kesalahan ini sengaja dilakukan untuk mambantu penggambaran bahwa tokoh ini yang mengalami perkembangan jiwa seseorang dari keterbelakangan mental, menjadi seseorang yang berotak cerdas, secara mental dan intelektual.
******
Februari 16.
Brak! Seseorang tiba-tiba saja jatuh di depanku. Padahal aku sedang malas bermain-main. itu temanku namanya KW3. Wajahnya sebenarnya cantik, tapi seperti aku, dia terlihat kacau. Dia berbahasa isyarat, sepertiku.
dalam kumpulan kami, KW3 adalah sang pelapor. Dia sepertina dapat memdegar apa yag terjadi di luar didimg rumah kaca ini. Ataw teman-teman dokter Rut- sepertinya tanpa mereka sadari- telah melahirkan mahluk yang hebat, telah memberinya kemampuwannya menerawang yang terjadi dibalik kamera pengintai yang terpasang di mana-mana.
KW3 meloncat-loncat semangat, tangannya bergoyang-goyang memberi isyarat, bangun! Bangun! katanya terus. Aku duduk dengan malas. Mulutku bergerak tanpa suara. Katanya dengan goyangan tangan dan permainan mimic, mereka sedang menyiapkan sebuah pekawinan baru- .
Menurutku, itu bukan berita, itu memang pekerjaan mereka kan. Tanganku mengibas isyarat malas.
Kata dia mereka mensiapkan perkawinan di rahim sorang gadis remaja.
Kubilang itu sudah biasa kawan-.
Katanya skarang jadi sangat khusus.
Ah, setiap berita yang kudengar memang selalu hebat. Tapi kalau kau mendengar kehebohan setiap hari maka kau akan kebal dengan berita heboh itu.
percayalah
Kata KW3, Gadis itu diculik dari panti asuhan.
Apa itu rumah panti asuhan? Apa istimewanya orang yang berasal dari sana?
Kata KW3, mereka sengaja mencari karena alasan ini: mereka telah menelusuri dan gadis ini memiliki silsilah unik, yaitu kebal terhadap malaria.
Malaria itu apa?
KW3 jawab dia juga tidak tahu.
Aku juga merasa aneh. Bagaimana caranya para ilmuwan, teman-teman dokter Rut itu mengetahui dia 'membawa' sifat hebat?
Tapi sifat hebat itu apa ya?
KW3 tanya padaku apa aku tak penasaran asal seperma? Memangnya dia tahu apa itu seperma?
Apa itu s****a?
Dia menggeleng, yah memang dihutan buwatan ini sepertinya hanya aku yang 'agak' panday.
Aku bilag bahwa seperma itu cairan yang dihasilkan para mahluk jantan.
Oh, teman, memangnya penting membicarakan asal seperma? Kata dokter Rut, Kmu hanya akan bosan melihat berbagai kode yang tertera di tabung-tabung yang tersimpan aman dalam brangkas bernitrogen itu.
Seperti yang kuduga, KW3 itu juga tak mengerti apa itu Niterogen.
Kubilang, Seperti yang dokter Rut bilang. Begitu. Hahaha, sepretinya memang hanya aku yang panday di hutan buwatan ini!
Ini bagian yang penting aku tulis: kata KW3, mereka akan mengambilnya yang disebut seperma itu dariku.
Barulah aku tersedak ludahku sendiri. Tapi kenapa aku?
Kata KW3, Karena sepertinya mereka lupa membuatku seteril. Tapi KW3 tidak tahu artinya seteril-
Tidak, aku juga tak tahu apa itu seteril. Mungkin aku lupa jika dokter Rut pernah menerangkannya.
Tapi kenapa aku yang mereka pilih? Kata KW3, selain aku tidak seteril, juga karena aku paling bersifat 'manusia' dibanding kami semua yang ada di sini. Tentang ini aku boleh berbangga kan?
steril itu apa?
kata dokter rut, steril itu adalah bebas kuman pensebab pensakit
tapi bila itu aku yan mereka pilih, aku jadi takut.
Tapi Ini yang namanya Sial. Nah, bener kan, karena aku terpanday di salah satu kelompok hutan buwatan ini, jadi aku yang selalu terpilih?
Nah! jadi yang terpanday tidak selalu membuat nasib kita beruntung.
Kata KW3, ini bukan sial. Ini bisa jadi hadiah. Hadiah berupa kesempatan untuk melarikan diri.
Dia membuat aku bingung. Melarikan diri. Kabur, sebuah kata yang cukup asing dalam kalimat percakapan kami sehari-hari.
Kabur? Untuk apa. Bukankah kami nyaman di sini. Ada teman. Dan ada pohon Dan Ada makanan. Dan Ada dokter Rut.
Tapi Kata KW3, tidak nyaman. Di sini adalah tempat paling sulit dan mereka tidak menyediakan pasangan untuk kita! Dan kaw tahu, itu cukup menyiksa bagi penghuni-penghuni berumur dewasa seperti kami. Memang ada KW3, atau KW5, atau teman lain bernama Sembilan, Dua Belas. Tapi diantara kami semua sepertinya ada yang salah, sehingga kami tak dapat melakukan perkawinan.
Perkawinan. Kata yang semula asing itu kini menjadi sering terdengar. Ini karena dokter Rut sering menjelaskannya. Sekali lagi. Aku tak mengerti, tapi aku dapat merasakannya. Terutama saat dokter Rut bilang, jika kau tak punya pasangan perkawinan, maka aku bisa mengklupas lebih sering lagi.
Menkelupas? Ya akhir-akhir ini aku lebih sering mengklupas, tanpa bisa dicegah.
Aku baru bepikir. Pasangan? Kabur untuk mencari pasangan?
Aku jadi ingat dokter Rut pernah mencerita tentang Adam dan Siti Hawa. Tapi itu katanya cuma dongeng.
Tapi dongeng itu, kenapa ini seperti nyata.
***
Februari 19.
Malam ini aku sama sekali tak dapat memejamkan mata. Jadi aku isi saja buku jurnalku ini. Aku coba tulis seperti para jurnalis seperti yang diinginkan dokter Rut.
Oh ya , kata dokter Rut, jurnalis adalah tukang jurnal. Tukang melapor atau cerita tentan suatu peristiwa. jadi aku kata dokter rut akan lebih maju bila jadi rajin tulis jurnal.
Kantung tidurku yang tergantung pada dua batang pohon kayu berayun-ayun menimbulkan suwara gemerisik karena berulang kali menggoyang daun-daun rumput gajah yang tumbuh menjulang.
Kata dokter Rut, teman-temannya yang ilmuwan itu, sengaja memberi hormon penumbuh pada rumput gajah agar manusia pemamah biak dapat memenuhi nafsu makannya yang tidak masuk akal.
Semula kata dokter Rut itu, mereka bermaksud menciptakan –seyawa kimiya- yag dapat mencerna rumput, karena kata dokter Rut, dunia tidak cukup mensediyakan makanan, jadi orang –harus- bisa makan seadanya, termasuk rumput. Karena menurut mereka rumput itu tanaman paling mudah tumbuh dibanding tanaman lain.
Kata dokter Rut, Secara ilegal, para ilmuwan, teman-teman kerja dokter Rut itu, menjadikan kaum jelata sebagai kelinci percobaan. Dan inilah yang mereka dapat, manusia malas yang setiyap hari hanya mengunyah dan mengunyah.
kata dokter Rut ilegal adalah tindakan tidak pantas
Aku ingat sekali, wajah dokter Rut sedih waktu menceritakannya.
Entah kapan, para ilmuwan akan membawaku dari tempat ini. Saat itu terjadi aku harus siap untuk lari. Tapi aku harus lari ke mana? Adakah tempat yang aku tuju di luar sana? Seperti apakah tempat di luar itu?
Benarkah tempat di luar sana seperti yang pernah aku lihat di TV. Tapi kapan itu aku lihat terakhir kali? Apakah keadaanya sama dengan di TV itu?
Sebuah surga, tepi pantai, hembusan angin, membawa bau laut, bau laut? Seperti apa? Seperti bau garamkah?
Apakah orang-orang di luar sana seramah orang-orang di TV itu? Apakah mereka selucu 'lelakon' di TV itu? Lalu baju mereka, seperti apa? Apa mereka juga hanya mengenakan baju warna putih seperti orang-orang di sini?
Apa yang terjadi nanti? Akankan orang-orang di luar mentertawakan aku karena aku bersisik?
Kepada siyapa aku akan mohon perlindungan.
Ah... aku tak mengkenal siapapun diluar rumah kaca ini. Aku hamya tahu dokter Rut dan temannya para ilmuwan itu.
Jadi kelihatannya aku tak bsa lari pergi dari sini.
Tapi Dunia luar, seperti apakah? Aku sagat penasaran.
Tapi, Kalau aku lari, apa saja yang perlu aku bawa? Baju? Ya tentu saja aku harus berbaju sebagaimana layaknya manusia.
Ah, ada suara gemerisik apa? Apakah, apakah, penghuni baru itu datang lagi?
Aku merasa tubuhku bergetar.
Aku segera bangkit dengan lincah lalu merayap memanjati pohon yang lebih tinggi.
Jantungku terasa berdebur tak karuan, seumur hidupku, hutan dalam rumah kaca ini aman. Sampai mereka memasukan penghuni baru. Sekelompok manusia mengerikan, dengan wajah bengis, dan untayan gigi taring layaknya para pemakan daging.
Kekacawanpun mulai terjadi. Setiap 2-3 malam sekali korban berjatuhan. Dokter Rut tak tahu dimana orang yang mengendalikan keamanan keseimbangan tempat ini?
Dokter Rut bilag, dia tahu, orag yan bertagung jawab. tapi dokter Rut tida berani.
Katana aku harus seperti dokter Rut , haru selalu berhati-hati.
Kurasa teman-teman dokter Rut mulai melakukan pekerjaan baru, membuat jaring-jaring makanan berlaku secara alami. Para ilmuwan, teman-teman dokter Rut itu, tidak lagi mensuplai makanan.
Kata dokter Rut, Mereka hanya menumbuhkan ini dan itu, berharap para tanaman mampu menopang para herbifora, dan para herbifora menopang para pemakan daging, karnifora.
kata dokter rut itu mengerikan.
Mengerikan!
iyya... aku merasakan debaran jantungku. aku takut. dan sepertina aku gatal. tubuhku mau menkelupas.
Awas!