Bab 27

1189 Kata

Rahma memeluk Alif begitu erat dari belakang, diusap dan diciumi rambut putranya itu. "Kita cari ayam goreng dulu untuk Alif, kami belum sempat makan," kata Rahma Mereka berhenti di gerai ayam goreng memesan tiga paket ayam beserta nasinya. Sesampai Asrama Alif, Rahma meminta kepada pembina Asrama untuk tidak mengizinkan siapapun menemui Alif, terutama laki-laki yang bersamanya tadi. Pokoknya siapapun selain dirinya. Ustad pembimbing Asrama mengiyakan permintaan Rahma bahkan dicatat di buku memo guru piket. Setelah mengantar Alif, Rahma meminta Fitri mengantar ke taman kota. Setiba di taman, Rahma berteriak sejadi-jadinya. Dia menangis sambil terduduk di tanah. Fitri buru-buru memarkirkan motor dan menyongsong Rahma, dipeluknya wanita yang kini sudah seperti kakaknya itu. "Mbak Rahma .

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN