"Papa, maafkan aku. Sepertinya aku tidak bisa menggantikan Bastian, aku orang yang terlalu lemah. Aku tidak mampu duduk di pucak pimpinan walau hanya sehari, aku hanya bisa menjadi seorang asisten. Maafkan aku, Pa," kata Romi ketika pulang kerja, dia langsung menemui Pak Sagala. "Kamu kenapa, Rom? Kamu tidak mau membantu sahabatmu?" tanya Bunda Asti, dia kesal melihat putranya seperti itu. "Bukan lantaran itu, di kantor aku sudah difitnah, ada yang menyebar rumor kalau aku yang mencelakai Bastian dan ingin merebut kedudukannya. Aku lelah bukan lantaran pekerjaan, tapi emosiku benar-benar tidak bisa terkontrol menghadapi situasi seperti itu," kata Romi, biarlah orang tuanya tahu, dia akan mengadu pada siapa kalau bukan orang tuanya. "Benarkah? Siapa yang berani meniupkan rumor seperti it

