Bab 48

991 Kata

Rahma kini sudah berada di dalam taksi yang akan membawanya ke rumah sakit tempat Bastian dirawat. Hari sudah jam setengah sepuluh pagi, perjalanan dua jam setengah terasa seperti berhari-hari, terasa lambat sekali. Menyusuri kota ini baginya tidaklah kesulitan, karena ini adalah kota asalnya. Kembali ke kota ini terasa ada yang menusuk hatinya, di kota inilah segala kepahitan hidupnya terukir di sudut ruang hatinya, sulit untuk dilupakan apalagi dihapus, hanya amnesia yang bisa menghilangkan semua ingatannya. Diambilnya handphonenya di tas, segera dia menelpon lelaki yang bisa mempercepat pertemuannya dengan Bastian, Romi. Akan tetapi berulang-ulang Rahma memanggil nomor Romi, namun yang menjawab panggilannya hanya operator seluler. Huffhh ... Rahma menghembuskan napas panjang, nomor Rom

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN