'Oh ... orang tua Fauzan? Mau apa ke sini? Mungkin dulu aku pernah ketemu dengan mereka waktu masih kuliah, tapi kapan?' Rahma masih bengong dengan pikirannya sendiri. "Boleh kami masuk?" tanya wanita paruh baya di hadapannya. Penampilannya sungguh elegan, memakai gaun selutut dan perhiasan emas putih dengan liontin berlian berbentuk hati yang berkilau, rambutnya disanggul dengan sasak bunga-bunga. "Silahkan Tante ...," kata Rahma canggung, dia segera berlalu ke dapur menyiapkan dua cangkir teh. "Silahkan diminum tehnya." Rahma menghidangkan teh di atas meja kemudian duduk di hadapan mereka. "Mana anak yang bernama Alif sekarang?" tanya Helena to the point "Alif? Dia masuk asrama tahfidz, Tante." "Asrama apa?" Wanita itu mengernyit, sepertinya tidak paham dengan perkataaan Rahma.

