Sepulang pengajian, hari sudah sore. Segera Rahma mandi membersihkan diri, perutnya lapar tapi dia tidak berselera makan. Akhirnya dia hanya mengambil biskuit di toples untuk camilan. Tak lupa membuat secangkir teh. Sambil rebahan di ruang tengah yang dialasi kasur lantai, dia memakan biskuit itu. Entah kenapa seharian dia tidak bersemangat, ikut pengajian Fitri tadi cukup membuatnya melupakan semua masalah, tetapi jika sedang sendirian seperti ini, perasaan galau mulai merasukinya. Diraih ponselnya di atas nakas, masih dimatikan. Segera diaktifkan ponselnya itu, iseng-iseng melihat pesan yang masuk, tidak ada satupun dari Bastian, dilihatnya panggilan tak terjawab, juga tidak ada nama lelaki itu tertera di sana. Dipandanginya nomor ponsel lelaki itu yang pernah dia blokir, iseng-iseng di

