CHAPTER 78

1085 Kata

Suasana di sekitar Desta, Abey, Arya, Damar, Bara, Nesya dan Jollyn semakin mencekam. Setelah apa yang dikatakan Nesya tadi, emosi Jollyn meningkat. Tangan gadis itu semakin terkepal erat. Di sekitar mereka sudah sepi karena siswa-siswi sudah berlalu pergi ke lapangan sebelah area perkemahan mereka. Mereka rencananya akan membuat api unggun di sana. Sementara di area perkemahan, sudah ada lampu yang menerangi. Desta, Abey, Bara, Arya dan Damar menatap Jollyn nyalang. Pandangan mereka tertuju pada kepalan tangan gadis itu. Sesaat kemudian Desta mengalihkan pandangannya untuk menatap Nesya. Desta suka ketika Nesya melawan. Tapi di satu sisi lain Desta takut Jollyn nekat dan menyakiti gadisnya. Desta takut saat dia lengah, Jollyn mengambil kesempatan. Namun mengingat dirinya tak sendiri,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN