Pada dasarnya memang benar adanya bahwa hidup Nesya yang berjalan di mansion Desta jauh lebih baik daripada hidup Nesya saat berada di rumahnya sendiri. Katanya, rumahku adalah istanaku. Tapi rasanya itu sama sekali tak berlaku untuk gadis seperti Nesya. Bagi Nesya, rumah dia adalah neraka dia. Bagaimana tidak? Mana ada seseorang yang disiksa di istananya sendiri? Dan istana Nesya yang sebenarnya ternyata berada di mansion Desta. Bukan di rumahnya. Di mansion Desta, Nesya selalu di terima dengan baik. Di mansion Desta, Nesya begitu di sayangi dan di rawat. Baik Papa Tyo, Mama Syifa atau Desta sendiri pun, ketiga manusia berbeda usia itu selalu berusaha membuat Nesya untuk selalu merasa senang. "Selamat pagi cantik," sapa Mama Syifa saat tak sengaja melihat Nesya yang baru saja berjalan

