CHAPTER 16 (Part 2)

1164 Kata

Al sedari tadi hanya diam dan terus mengelus rambut Nesya dengan penuh kasih sayang. Cowok itu berusaha membuat Nesya tenang terlebih dahulu. Mendengar Nesya menangis dengan histeris, jujur itu membuat Al merasa sangat sakit. Nesya, adiknya ini sangat jarang menangis di depan Al. Bahkan dulu, ketika disakiti oleh keluarganya sendiri pun Nesya berusaha untuk menutupinya. Gadis itu tak pernah menangis di depan Al. Tapi hari ini, tangis gadis itu pecah di depan Al. Al tak tahu seberapa kecewanya Nesya. Namun, ketika Al mendengar cerita dari Nesya itu bisa membuat Al merasa yakin. Nesya benar-benar merasa sangat terkhianati. Setelah beberapa menit berlalu Al tak membuka mulutnya sama sekali. Cowok yang sedari tadi hanya menunggu Nesya sedikit lebih tenang itu pada akhirnya mulai membuka sua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN