80- Udin bertandang ke rumah Anni

1764 Kata

Sedari dulu Emak Udin selalu memaksa anak pertamanya itu untuk menikmati kuliner khas Indonesia itu. Cuma karena Udin gak suka baunya dia gak pernah mau mencoba. Dan sekarang tersaji lima potong jengkol di piring memanggil untuk di santap. Udin memotong jadi kecil-kecil. Berharap rasanya berubah jadi kayak daging. "Eemh...!" Udin semakin menutup mulutnya rapat saat sendok sudah dekat ke bibirnya. Ia gak sadar kalau tingkahnya di perhatiin sama Bapaknya Anni. "Kamu gak doyan?!" suara terkesima bapaknya. Yang lebih terdengar seperti sedang menggertak Udin. "Pak... Tapi Udin bolehkan nglamar Anni?!" tanya Udin melas. Bapaknya geleng... Berat, sungguh berat. Perbedaan mereka begitu mencolok. Gimana bisa jadi mertua dan menantu yang kompak. Kalau selera makan ajah udah beda kasta gini.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN