“Apa Dokter?” “Ayok kita menikah! Dan segera memiliki anak” sahut Malik yakin, mungkin ini hal paling gila yang pernah ia lakukan. Tapi Malik sendiri tidak memiliki alasan untuk mengekang perasaannya saat ini. Dan yang laki-laki itu baca dari hatinya hanya ada keinginan menyatukan mimpinya dan mimpi Denise ke jenjang pernikahan “Tapi, Dok?” Denise terlihat gelisah. Padahal semula ia yang mengidekan memiliki anak dengan Malik. “Daisy maukan punya teman?” tanya Malik mencoba mencari dukungan “Mau, Kak!” sahut Daisy semangat “Eeh!” Denise melotot kenapa jadi dia yang di berondong “Papa kamu masih adakan?” “Ada, tapi emang kita mau nikah kapan?” Denise jadi bertanya. Bahagia pasti bahkan ia tak ragu kalau Malik dengan cepat juga akan di sukai oleh ayahnya itu “Kita ketemu beliau seka

