75 - Om... Telolet, Om!

1546 Kata

Una terjaga dengan tangan Keen melingkar posesif di atas perutnya. Ia sedikit melirik ke belakang, Kedua bahu mereka menyatu, dengan punggungnya yang bersandar didada suaminya tanpa penghalang satupun. Una tersenyum tipis. Mengingat kembali malam penyatuan pertama mereka yang terasa begitu manis membuat ia ingin terus meneguknya sebanyak apapun. Una sedikit mengangkat tangan Keen. Mengecup punggung tangan suaminya dengan penuh rasa syukur. Setelahnya ia menempelkan ke pipinya yang dingin tersapu cuaca di pagi hari. Padahal semalam kamar itu terasa begitu panas karena gelora asmara sang pengantin baru. Menjadikan keduanya bukan lagi hanya suami istri di atas kertas. Namun telah saling bersatu dalam genggaman jiwa. "Aku harap kita bisa cepat mendapatkan anak, dan aku berjanji gak akan m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN