42. Terjebak Dalam Lingkaran Sihir Hitam

2146 Kata
Ecline : "Kau pikir, aku tidak bisa berbuat apa-apa tanpa senjataku?! Kau Salah!!!" Healt Point milik One-Ed dan Se7en Amateur terus berkurang dan menipis karena dihisap oleh pusaran lubang hitam. [Under Bungker] Kubah pelindung dari kaca berbentuk bulat muncul dan menutupi One-Ed milik Pak Edwan dan Se7en Amateur. Se7en Amateur : "Bagaimana?! Apa seranganmu bisa menembus pelindung ini?!" Ecline : "Kau pikir pelindung yang kau gunakan itu akan bertahan lama?!" Se7en Amateur : "Kita lihat saja, siapa yang lebih dulu kehabisan Mana Point." "Apa yang mereka berdua lakukan, Yah?!" tanya Sakti heran saat menatap layar monitor melihat Ecline dan Se7en Amateur saling beradu kekuatan. "Ecline tidak tahu bahwa Se7en Amateur memiliki Mana Point yang jumlahnya sangat besar...." jawab Pak Edwan, "Sekarang tugasku...." Pak Edwan mengaktifkan skill bernama [Healing Piece Maximum] yang merupakan skill tipe penyembuh dan berfungsi untuk mengembalikan jumlah Health Point karakternya dan satu karakter dari pemain lain yang dia pilih untuk kembali menjadi seratus persen. Se7en Amateur : "Terima kasih..." One-Ed : "Sama-sama...." Delapan puluh detik pun berlalu, pusaran lubang hitam milik Ecline sudah menghilang. Dengan seketika Se7en Amateur membuka pelindungnya. Se7en Amateur : "Sekarang kau tidak bisa melakukan apapun lagi... Menyerahlah!" Ecline : "Apa kau yakin bahwa aku sudah kalah?! Hahaha...." Ecline bergerak mengulurkan tangan kirinya dan dengan seketika muncul sebuah tongkat yang tampak terbuat dari bahan emas di genggaman tangan kirinya. [Ohre Twin Summoning] Seketika dua sosok monster raksasa dengan wujud kadal muncul tepat di depan Ecline. "Itu salah satu skill yang dimiliki job penyihir, kan?!" ucap Yoland heran. "Jadi, dia juga pemain dengan dual job ya..." ucap Sakti. "Tapi, bagaimana dia bisa menggunakan skill itu?! Bukankah tadi Mana Point miliknya sudah habis?!" tanya Yoland. "Sepertinya skill itu tidak memerlukan Mana Point untuk mengaktifkannya, lihatlah Health Point Ecline yang langsung tersisa sedikit, padahal tadi hanya seranganku yang mengenainya." Pak Edwan mengarahkan kursor pada karakter Ecline untuk menunjukkan bar Health Point yang berada tepat di atas karakter Ecline. "Jadi, skill itu memerlukan Health Point untuk mengaktifkannya?!" tanya Sakti. "Kalian ini kenapa?! Bukankah game ini buatan kalian?! Lalu, kenapa hal seperti ini kalian malah tidak tahu?!" sahut Pak Edwan balik bertanya dengan perasaan heran. "Memang benar bahwa kami yang membuat game ini, tapi data di dalam game juga sudah tercampur dengan data pada virus Reinka-99 yang membuat sistem di dalam game berubah," jawab Yoland menjelaskan. "Jadi seperti itu ya?! Artinya game ini bukan murni buatan kalian lagi. Secara tidak langsung, kalian dan Ecline bekerja sama membuat game ini..." ucap Pak Edwan. "Emm... Bisa dibilang begitu sih..." sahut Yoland. "Ayah... Bagaimana dengan lawan yang ada di hadapan ayah?!" tanya Sakti kembali mengingatkan bahwa ayahnya masih berada di dalam pertarungan melawan Ecline. "Astaga! Ayah lupa kalau sekarang masih bertarung...." ucap Pak Edwan tersenyum malu sambil menggaruk bagian belakang lehernya. "Dalam situasi yang tidak bisa berbuat apa-apa seperti sekarang, Om masih bisa tersenyum?!" ucap Yoland heran. "Ya tentu... Kan, ini adalah permainan... Lalu, tujuan adanya permainan itu untuk apa?! Pasti untuk bersenang-senang, kan?!" ucap Pak Edwan bertanya dan menjawab pertanyaannya sendiri. Sakti, Anata, dan Yoland pun mengangguk. "Bukan permainan namanya jika tidak menyenangkan. Makanya ayah sangat tidak suka seorang pemain yang hobinya mengganggu kenikmatan pemain lainnya...." ucap Pak Edwan. "Tapi, bagaimana ayah bisa lepas dari jeratan skill milik Ecline itu?" tanya Sakti. "Ayah hanya menunggu waktu yang tepat sampai Ecline membuat kesalahan. Karena sesuatu yang sangat kuat sekalipun pasti memiliki kelemahan," jawab Pak Edwan. Di layar monitor tampak pemain bernama Se7en Amateur sedang bertarung melawan dua monster berwujud kadal raksasa yang dipanggil oleh Ecline. Sementara itu, Ecline memanfaatkan kesempatan saat Se7en Amateur lengah untuk mengambil pedang sabitnya. Saat Se7en Amateur masih bertarung melawan dua monster berwujud kadal raksasa di depannya, tiba-tiba dua monster itu lenyap karena serangan dari Ecline sendiri dengan menggunakan pedang sabit yang tadi dia ambil. "Hah?! Kenapa Ecline melenyapkan monster yang dia panggil sendiri?!" tanya Anata heran. Ecline : "Kau pasti bingung kenapa aku sendiri malah melenyapkan monster yang ku panggil itu...." "Di game MMORPG manapun, ayah tahu trik ini..." ucap Pak Edwan. Se7en Amateur : "Kau memanfaatkan monster itu untuk menambah Mana Point milikmu...." Ecline : "Hahaha... Ternyata aku tidak perlu menjelaskannya lagi padamu..." Se7en Amateur : "The Legend of Grimschyte memiliki skill pasif yang aktif secara otomatis mengisi Mana Point sesuai dengan jumlah Health Point dari monster yang kau lenyapkan." "Hah?! Jadi, senjata yang digunakan Ecline itu juga item legenda?!" ucap Sakti terkejut. "Bukan hanya senjatanya, The Legend of Grimrobe yang dia kenakan itu juga merupakan item legenda," sahut Pak Edwan, "Tapi, item legenda yang dia gunakan tidak selengkap milik ayah," sambung Pak Edwan, "Item senjata yang digunakan Se7en Amateur juga merupakan salah satu item legenda, The Legend of Swordshoot dan hanya bisa digunakan oleh pemain dengan karakternya yang memiliki dual job pedang dan penembak," sambung Pak Edwan lagi. [The Malak Sudduction] Ecline kembali menggunakan skill andalannya kepada Se7en Amateur. Tubuh Se7en Amateur tidak bisa menghindar lagi dari jeratan dua lingkaran sihir berwarna hitam. Sedangkan One-Ed milik Pak Edwan juga masih berada dalam keadaan yang sama dengan Se7en Amateur. Ecline : "Sepertinya pemain pada peringkat pertama dan kedua akan mengakhiri perjalanannya sebentar lagi..." Ecline bergerak mengulurkan tangannya dan menyambut pedang sabitnya yang tadi dia lemparkan ke udara. Pedang sabit itu berputar sehingga menciptakan pusaran angin yang melesat langsung ke arah di mana Se7en Amateur berada. "Sekarang saatnya!" ucap Pak Edwan tiba-tiba karakternya langsung menghilang dari dalam jeratan dua lingkaran sihir dan langsung berada tepat di belakang tubuh Ecline. "Hah!!" Sakti, Anata, dan Yoland langsung terkejut melihat kemampuan karakter bernama One-Ed milik Pak Edwan ayahnya Sakti. SLASH... SWING.... Seketika dua kali tebasan pedang dari One-Ed tepat mengenai tubuh Ecline sebelum serangan Ecline sempat mengenai tubuh Se7en Amateur. Healt Point milik Ecline pun habis, dengan seketika karakter Ecline lenyap dan meninggalkan banyak item dari inventory-nya yang terjatuh termasuk dua item legenda yang digunakan Ecline, yaitu The Legend of Grimschyte dan The Legend of Grimrobe. Se7en Amateur : *"Kenapa kau tidak mengatakan padaku bahwa kau memiliki skill sehebat itu?!"* Pak Edwan tertawa saat membaca pesan yang dikirim oleh Se7en Amateur, "Kenapa dia malah menyalahkan ayah?!" Kesepuluh jari-jemari Pak Edwan beradu dengan keyboard di depannya. One-Ed : "Siapa suruh kau mengganggu pertarunganku.... Hahaha." Se7en Amateur : "Ya sudah! Cepat bebaskan aku dari jeratan skill menyebalkan ini!" One-Ed : "Sebentar." Pak Edwan menggerakkan karakternya menghampiri dua item legenda milik Ecline dan mengambilnya, kemudian Pak Edwan menekan tombol Equiped untuk memasang senjata pedang sabit itu pada karakternya. Pak Edwan mengarahkan kursor pada logo item bergambar pedang sabit kemudian menekan tombol kana pada mouse. Seketika muncul panel keterangan untuk memeriksa skill tambahan yang dimiliki pedang sabit itu. "Sepertinya di keterangan ada dua cara yang tertera untuk menghilangkan dua lingkaran sihir itu," gumam Pak Edwan masih memeriksa panel keterangan senjata pedang sabit yang sekarang dia pasang pada karakternya. Dark Sircle Grimschyte nama dari skill yang mengikat lawan menggunakan dua lingkaran sihir berwarna hitam. Kemudian di bawah tulisan nama skill terdapat tulisan : Skill uneffective to : 1. The Massquiter from The Legend of Arcanister Set-1. 2. El-Poor from The Legend of Grimhale. "Bagaimana, Yah? Apakah ayah bisa melepaskan jeratan pada Se7en Amateur?" tanya Sakti. Pak Edwan menggeleng, "Sepertinya pemain yang terjerat dalam lingkaran sihir itu hanya bisa lolos menggunakan dua skill ini." Pak Edwan menunjuk pada layar monitor di depannya tepat pada dua daftar skill yang dapat meloloskan diri dari jeratan sihir itu yang tepat berada di dalam kotak panel keterangan pada item legenda yang dijatuhkan Ecline tadi. Kesepuluh jari-jemari Pak Edwan beradu dengan keyboard di depannya. One-Ed : "Sepertinya aku tidak bisa melepaskan sihir itu... Apa kau tahu di mana bisa mendapatkan item legenda bernama The Legend of Grimhale?" Se7en Amateur : "Maksudmu senjata pedang sabit itu tidak memiliki skill untuk membatalkan jeratan ini?" One-Ed : "Iya." Se7en Amateur : "Lalu, bagaimana dengan nasibku?!" One-Ed : "Kau tenang dulu... Masih ada cara...." Se7en Amateur : "Bukankah kau punya item legenda yang memiliki skill untuk lepas dari jeratan ini?! Bisakah aku meminjamnya sementara?!" One-Ed : "Bukannya aku tidak mau meminjamkannya padamu. Tapi, item legendaku sudah terikat dengan karakterku dan tidak bisa terjatuh ataupun dikirimkan pada pemain lain karena sudah satu set..." Se7en Amateur : "Astaga!!!" "Maksud ayah?!" tanya Sakti heran saat membaca pesan obrolan antara Pak Edwan ayahnya dan Se7en Amateur. Pak Edwan menoleh ke arah Sakti, "Item equipment ada tiga jenis, yang pertama yaitu senjata, yang kedua pakaian, dan yang terakhir aksesoris," ucap Pak Edwan menjelaskan, "Nah, saat ayah berhasil melengkapi ketiga jenis item itu, ayah menemukan fitur pengikat yang fungsinya membuat item yang ayah pasang pada karakter ayah tidak bisa dikirim kepada pemain lain atau terlepas dan terjatuh walaupun ayah kalah dalam pertarungan," sambung Pak Edwan menjelaskan. "Jadi, cara satu-satunya hanyalah dengan menggunakan skill dari item legenda bernama The Legend of Grimhale?!" ucap Anata. "Benar," sahut Pak Edwan. "Tapi, di mana kita bisa mendapatkan item legenda itu, Yah?!" tanya Sakti. Pak Edwan menggelengkan kepalanya, "Ayah pun tidak tahu di mana kita bisa mendapatkan item legenda itu. Bahkan jika kita mengetahui tempatnya pun, kita juga harus melawan monster yang tepat yang menjatuhkan item legenda itu saat monster itu dikalahkan," jawab Pak Yoland. Sakti tampak berpikir sejenak, "Mengingat tempat di mana Ecline biasa muncul, sepertinya dia tidak mungkin akan jauh dari lokasi di mana karakter ayah berada sekarang," ucap Sakti. "Itu hanya satu kemungkinan kecil..." ucap Pak Edwan kemudian terlintas sebuah ide dalam pikirannya. Pak Edwan pun kembali mengadu kesepuluh jari-jemarinya dengan keyboard di depannya. One-Ed : "Begini saja... Bagaimana jika aku membuatmu kehabisan Health Point dulu. Setelah Health Point milikmu habis, kau pasti akan di paksa berpindah tempat ke zona hijau terdekat." "Itu ide bagus, Yah...." ucap Sakti. Se7en Amateur : "Eemm, bagaimana ya?!" One-Ed : "Kau tidak perlu khawatir, aku pasti akan mengembalikan semua item yang kau jatuhkan tanpa tertinggal satu itempun." Se7en Amateur : "Terserah saja, yang penting kau berhasil melepaskanku dari jeratan sihir ini." "Baiklah... Ayo kita mulai operasinya..." ucap Pak Edwan mulai menggerakkan karakternya mendekat ke arah di mana karakter bernama Se7en Amateur berada. Pak Edwan menggerakkan karakternya menyerang Se7en Amateur menggunakan item pedang sabit. Setelah Health Point milik Se7en Amateur habis, ia tidak kalah tapi malah kehilangan satu level miliknya dan Health Point milik Se7en Amateur seketika kembali penuh. Level Se7en Amateur sekarang berkurang dari level 100 menjadi level 99 dan membuat dual-jobnya pun menghilang serta membuatnya tidak bisa menggunakan item legendanya lagi. Se7en Amateur : "Apa yang kau lakukan?! Kenapa aku malah kehilangan level karakterku?!" One-Ed : "Sepertinya karena aku menggunakan pedang sabit ini.... Aku akan menggantinya sebentar." Pak Edwan kembali memasangkan senjata bernama The Legend of Arcanist pada karakternya, kemudian kembali mencoba menghabiskan Health Point milik Se7en Amateur. Namun, setelah Health Point milik Se7en Amateur menjadi nol, hasilnya tetap sama. Bukan membuatnya kalah dan berpindah tempat ke zona hijau, dia malah kehilangan satu level karakternya lagi yang sekarang menjadi level sembilan puluh delapan. One-Ed : "Kenapa hasilnya sama?! Bukankah aku tidak memakai pedang sabit itu...." "Sepertinya hasilnya akan tetap sama karena mungkin itu efek dari lingkaran sihir yang masih menjerat tubuh Se7en Amateur, Yah," ucap Sakti. Se7en Amateur : "Sudah... Jangan lakukan itu lagi.. Semua hanya sia-sia dan hanya membuat levelku semakin berkurang...." One-Ed : "Sepertinya ku katakan tadi, memang benar skill sihir penjerat itu hanya bisa dilepaskan menggunakan skill dari The Legend of Grimhale." Se7en Amateur : "Sudahlah, kau tidak perlu membuang-buang waktumu... Terima kasih sudah berusaha membantuku dan maaf aku telah merepotkanmu." "Sepertinya pemain bernama Se7en Amateur itu sudah putus asa," ucap Anata. "Teman-teman.... Ayo kita cari item legenda itu..." ajak Sakti seketika duduk di salah satu komputer yang sudah dia hidupkan kemudian Sakti melakukan log-in ke dalam game. "Bagaimana kita bisa menemukan item itu?! Sedangkan wilayah ini sangat luas..." ucap Yoland. "Kita berdiam diri juga tidak akan membuat pemain bernama Se7en Amateur terlepas dari jeratan sihir. Tapi, daripada kita diam, lebih baik kita berusaha," sahut Anata segera duduk di salah satu bangku di depan komputer kemudian ikut log-in dan menyusul Sakti mencari item legenda itu. "Baiklah... Ayo kita temukan item legenda itu sampai dapat...!" seru Yoland bersemangat kemudian ia duduk di depan salah satu komputer dan mengikuti log-in ke dalam Battle Network menyusul Sakti dan Anata. Sakti, Anata, dan Yoland akhirnya tiba tepat di lokasi karakter milik Pak Edwan dan karakter bernama Se7en Amateur berada. Se7en Amateur : "Siapa kalian?" Sakti : "Kami bertiga akan membantumu mencarikan The Legend of Grimhale." One-Ed : "Kau tenang saja... Mereka bertiga ini adalah anak-anakku...." Se7en Amateur : "Hah! Anak?! Apa kau sudah berkeluarga?!" One-Ed : "Iya, kan sudah ku bilang kalau mereka bertiga ini adalah anak-anakku...." Nata : "Percaya pada kami, kami akan segera melepaskanmu dari jeratan itu...." "Ayah percayakan item legenda itu pada kalian... Ayah akan berjaga di sini agar tidak ada pemain lain yang berniat menyerang Se7en Amateur," ucap Pak Edwan. Sakti, Anata, dan Yoland pun melawan semua monster yang mereka temui di sekeliling lokasi yang tampilannya sama dengan suatu tempat di sekitar jalan raya di kota tempat tinggal mereka.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN