23. Mengelabui

1255 Kata
Setelah beberapa menit berlalu, di layar monitor Sakti melihat sebuah bangunan besar yang dia kenal. "Akhirnya aku sampai juga...." Sakti pun menggerakkan karakternya masuk ke dalam sebuah stadion. "Mereka belum datang?!" gumam Sakti heran saat karakternya tiba di dalam stadion, "Apa aku terlalu cepat kemari?!" gumam Sakti lagi. Sakti memutar layar sampai 360° memeriksa apa ada pemain lain selain dirinya di dalam stadion. "Ternyata ada pemain lain di sini...." gumam Sakti. Sakti melihat dua orang pemain dengan gender laki-laki dan perempuan yang berada di tengah-tengah kursi duduk penonton. Pemain dengan karakter laki-laki mengenakan pakaian serba hitam, di belakang tubuh karakter itu terdapat dua bilah pedang berwarna putih dan hitam. Lalu pemain dengan karakter perempuan mengenakan pakaian serba putih dengan sebilah tongkat sihir berwarna biru yang menempel di belakang tubuh karakter itu. Sakti kembali memutar arah tepat ke arah salah satu dari empat gerbang stadion yang berada dekat dengan karakternya berada. Seorang pemain masuk ke dalam stadion, karakter yang digunakan pemain itu mengenakan pakaian zirah yang terbuat dari logam dan di belakangnya terdapat sebilah pedang. "Siapa dia?! Sepertinya dia juga pemain pemula sama sepertiku...." gumam Sakti. Karakter itu melangkah mendekat ke arah di mana karakter Sakti berada. "Apa kau Sakti?" Sebuah kalimat muncul tepat di atas kepala karakter itu. "Iya." Sakti segera membalas pertanyaan itu. "Aku Yoland." "Wah! Ternyata Ketua." Sakti mengarahkan kursor ke arah karakter yang digunakan Yoland, dan melihat nama [You-Land] dari karakter itu. "Nama yang bagus, Ketua," tulis Sakti. "Hahaha..." balas Yoland, "Tumben sekali kau menggunakan job penyihir." "Sebenarnya aku hanya ingin mencoba job ini, tapi sangat sayang kalau aku mengulang lagi dari awal," balas Sakti, "Oh iya, apa Ketua sudah mendapatkan item senjata yang bagus?" "Belum, misi pertama dari event pun belum sempat aku selesaikan...." "Kebetulan sekali, aku memiliki sebuah item pedang langka, Ketua. Apa kau mau?!" "Benarkah?! Mana?!" "Sebentar...." balas Sakti kemudian menekan tombol 'I' pada keyboard untuk membuka fitur inventory. Sakti mengirimkan sebuah item kepada Yoland, dan Yoland pun segera memeriksanya. "Wah, Calibrex ini adalah salah satu dari empat pedang legenda... Ini bukan item langka, tapi lebih dari itu, Sakti...." "Benarkah?! Aku mengira itu adalah item langka. Tapi, percuma saja jika aku memiliki item itu, job yang ku gunakan tidak cocok dengan item itu...." Yoland segera menggunakan item legenda bernama Calibrex yang diberikan Sakti itu. Seketika dua bola cahaya berwarna kuning muncul tepat di belakang karakter yang digunakan Yoland. "Dua bola cahaya itu apa?" tulis Sakti bertanya. "Kedua bola cahaya ini memiliki fungsi untuk menghidupkan pemain yang kalah dalam pertarungan, waktu tunggu penggunaannya sekitar delapan jam," balas Yoland menjawab. "Wah! Itu sangat berguna untuk kita," tulis Sakti. "Ada kegunaan lain, sebentar...." Sakti menunggu Yoland memeriksa kegunaan lain yang dimiliki pedang bernama Calibrex itu. "Aku mendapatkan skill tambahan khusus untuk pengguna pedang ini," tulis Yoland. "Apa itu?" tulis Sakti bertanya. "Nama skillnya adalah Re-condince," balas Yoland, "Fungsinya mirip seperti pemanggil monster." "Lalu, apa yang dapat dilakukan oleh skill itu?" tulis Sakti bertanya. "Aku dapat memanggil kembali satu monster terakhir yang aku kalahkan sebelumnya," balas Yoland. Sementara itu, tanpa disadari oleh Sakti dan Yoland, dua pemain yang tadi dilihat Sakti ternyata sudah berada sangat dekat dengan karakter Sakti dan Yoland berada. Sakti terkejut saat melihat suatu bergerak di layarnya, ia seketika menyadari bahwa ada pemain lain yang berada di dekat karakternya dan karakter Yoland. "Hah! Sejak kapan mereka berada di sini?!" gumam Sakti terkejut. Sakti menggerakkan kursor ke arah salah satu pemain dengan karakter laki-laki. [Reazura] Sakti menggerakkan lagi kursor ke arah pemain dengan karakter perempuan. [Reanko] Sakti mengerutkan kedua keningnya sembari berpikir, "Sepertinya mereka berdua ini adalah pasangan...." "Apa benar pedang yang kau gunakan itu adalah The Legend of Calibrex?" tulis salah satu pemain dengan karakter laki-laki dengan mengenakan pakaian serba hitam yang bernama Reazura. "Iya," balas Yoland mengiyakan. "You-Land, apa kau mau melakukan barter denganku?" tulis pemain dengan karakter perempuan yang bernama Reanko bertanya. "Maaf, terima kasih atas tawaranmu," balas Yoland kemudian diiringi dengan emotikon tersenyum. "Kalau begitu, bagaimana jika kita melakukan pertarungan. Bagi pemain yang menang, akan mendapatkan semua item dari pemain yang kalah," tulis Reazura. "Bukannya aku tidak mau menerima tawaranmu, tapi saat ini kami sedang menunggu tiga teman kami lagi yang sebentar lagi akan datang kemari," balas Yoland. "Apalagi level kalian sangat jauh lebih tinggi dari level yang kami miliki saat ini," tulis Sakti. "Kalau begitu, bagaimana jika dua melawan lima?! Bukankah tiga teman kalian sebentar lagi akan datang kemari?" balas Reanko. Sakti mengirim pesan berbisik kepada Yoland, To You-Land : "Apa sebaiknya kita terima saja tawaran mereka, Ketua?" To Sakti : "Level mereka enam puluh lebih tinggi dari levelmu, Sakti, sedangkan levelku baru delapan," balas Yoland. To You-Land : "Lalu, bagaimana cara kita menghindar dari mereka berdua, Ketua?" tulis Sakti. To Sakti : "Jangan hiraukan mereka," balas Yoland. To You-Land : "Aku punya ide." To Sakti : "Apa itu?!" "Kami akan menerima tawaran pertarungan kalian," tulis Sakti. "Bagus...." balas Reazura seketika. Kemudian muncul pesan undangan pertarungan dari Reanko dan terdapat dua pilihan pada undangan pertarungan itu, yaitu 'Accept' dan 'Reject' di layar monitor Sakti. Dengan segera Sakti mengarahkan kursor ke arah 'Reject' untuk menolak undangan pertarungan. "Kenapa ditolak?" tulis Reanko bertanya. "Bukankah kita masih menunggu tiga teman kami yang sedang menuju kemari?!" balas Sakti. "Baiklah, kami akan menunggu..." tulis Reazura. "Tapi, bagaimana jika tiga teman kalian tidak jadi datang kemari?" tulis Reanko bertanya lagi. "Mungkin dalam perjalanan mereka sedang kesulitan menghadapi monster yang levelnya lebih tinggi dari mereka," balas Sakti. "Bagaimana jika kami memeriksa bagaimana keadaan ketiga teman kalian?" tulis Reazura. "Benar, takutnya jika memang benar teman kalian sedang kesulitan menghadapi monster yang levelnya lebih tinggi dari mereka, Kami dapat membantu teman kalian untuk mengalahkan monster itu," tulis Reanko menambahkan. "Waahh... Nanti menyusahkan kalian," balas Sakti. "Tidak apa-apa... Kami senang membantu sesama pemain," tulis Reanko, "Benarkan, Reazura?!" tambahnya. "Itu benar, kami sangat senang membantu sesama pemain yang sedang dalam kondisi kesulitan saat melawan monster," balas Reazura. "Kami akan sangat berterima kasih kepada kalian berdua," tulis Sakti diiringi dengan emotikon tersenyum. Di dalam kamarnya, Sakti tersenyum senang sembari menatap layar monitor di depannya dan kesepuluh jari-jemarinya masih beradu dengan keyboard di depannya, "Kena kalian!" "Baiklah, ketiga teman kalian berada di arah mana?" tulis Reazura bertanya. "Masing-masing teman kami menuju kemari dari arah yang berbeda," balas Sakti. "Tunjukkan saja kepada kami, dan kami berdua akan segera mempercepat waktu ketiga teman kalian untuk datang ke stadion ini," tulis Reanko. "Baiklah.... Yang pertama mungkin dari arah bujur barat, yang kedua dari arah selatan, dan yang ketiga juga dari arah selatan, tapi mungkin posisinya sekarang berada paling jauh...." balas Sakti memberitahu. "Wah! Pantas saja teman kalian sangat lama untuk menuju kemari, karena memang jalur di arah itu terdapat beberapa monster dengan level 41," tulis Reanko. "Begitu, ya...." balas Sakti diiringi dengan emotikon menitiskan air mata. "Kalian berdua tenang saja. Kami akan segera membawa ketiga teman kalian kemari," tulis Reazura. "Sekali lagi kami sangat berterima kasih kepada kalian berdua karena telah dengan murah hati mau membantu teman-teman kami," tulis Sakti. "Iya, sama-sama....." balas Reanko. "Baiklah, kami segera menuju ke sana," tulis Reazura. Seketika kedua pemain itu bergegas menuju ke arah yang diberitahukan Sakti untuk membantu Anata, Rico, dan Pom. Terlihat kedua karakter dari pemain itu sudah berjalan cukup jauh dari luar stadion di mana karakter Sakti dan Yoland berada. To Sakti : "Apa itu idemu?!" tulis Yoland. To You-Land : "Bagus, kan?" balas Sakti diiringi dengan emotikon tertawa. Yoland pun membalas dengan emotikon tertawa. Sementara itu, dua karakter bernama Reazura dan Reanko sudah berjalan cukup jauh, tapi mereka belum juga menemukan salah satu pemain yang merupakan teman dari Sakti dan Yoland.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN