22. Menikmati Permainan

1035 Kata
Setelang mengantarkan Anata kembali ke rumah, Sakti pun langsung pulang karena ia takut Ayahnya Anata, yaitu Pak Ardi khawatir kenapa Sakti kembali ke rumah sedikit lama. Sakti melangkah masuk ke dalam rumah, kemudian ia menoleh ke arah meja makan yang masih tersusun di ruang tamu dan hanya melihat ayah dan ibunya di sana. "Kenapa kamu cepat sekali pulangnya?" tanya Bu Verita dengan tatapan sedikit heran, "Kamu tidak jadi jalan-jalan?" "Jalan-jalan?!" ucap Sakti heran. "Ayah tahu kamu dan Anata tadi hanya bersandiwara tentang sakit perutnya Anata...." ucap Pak Edwan. "Dia benar-benar sakit perut, Yah... Jadi, tadi aku langsung mengantarnya ke rumah," sahut Sakti, "Pak Ardi dan Tante Kina kemana?" tanya Sakti sembari menghampiri Pak Edwan dan Bu Verita. "Ardi dan istrinya sudah pulang naik taksi online. Bukannya tadi kamu lewat berselisihan dengan mobilnya?" ucap Pak Edwan memberitahu. "Hah?! Kenapa tidak menunggu aku saja, Yah? Kan, aku bisa mengantar mereka lagi?" ucap Sakti heran. "Yaaa... Kata mereka, takut nanti kamu kelelahan bolak-balik mengantar," sahut Pak Edwan. Saki pun mengangguk, "Ya sudah, Yah, Bu, aku mau ke kamar dulu ya..." ucap Sakti kemudian berbalik badan dan melangkah ke arah tangga menuju lantai dua. Sakti segera ke kamar dan langsung mengunci pintu kamarnya, kemudian Sakti duduk di depan komputernya. Layar monitor di depan Sakti mulai menyala dan seketika muncul tampilan beranda depan game Battle Network. Sakti menggeser mouse di tangan kanannya untuk menggerakkan kursor ke arah [Log-in], kemudian ia menekan tombol kiri pada mouse. Kesepuluh jari Sakti beradu dengan keyboard, kemudian ia menekan tombol Enter pada keyboardnya. Sakti menoleh ke arah dinding di mana jam dindingnya berada. "Sebentar lagi pukul sepuluh... Apa teman-teman sudah berkumpul di lokasi yang sudah dijanjikan?!" gumam Sakti. Sakti kembali menatap layar monitor di depannya. Jari di tangan kirinya beradu dengan keyboard dan tangan kanannya menggeser-geser mouse. Karakter dengan job Penyihir yang digunakan Sakti mulai bergerak melangkah menghampiri beberapa monster berwujud banteng raksasa. Sakti menggeser mouse mengarahkan kursor ke arah monster itu. "Level sepuluh..." gumam Sakti, "Mereka sepertinya tidak agresif dibandingkan dari monster yang levelnya lebih tinggi. Monster ini lumayan untuk menambahkan Exp level karakterku." Sakti mengukur jarak di mana karakternya berada dengan segerombol monster di depannya. "Akan ku pancing salah satu monster dengan skill yang memakai Mana Point terendah dulu agar dia mendekat ke sini." Sakti mempersiapkan karakternya untuk bersiap menyerang. Kemudian ia mengarahkan kursor ke arah salah satu skill yang bernama Enflosive Of Endfire Lv-1. Lidah api menyambar ke arah salah satu monster banteng raksasa. Monster berwujud banteng raksasa itu menoleh ke arah asal serangan. Kedua mata banteng raksasa itu seketika menyala dan langsung berlari dengan menghuyungkan kepalanya yang bertanduk ke arah di mana karakter Sakti berdiri. "Apa! Dia langsung menyerang?!" Sakti segera menggunakan skill yang bernama Getzer Lv-1. Seketika sebuah tebing es mengelilingi di mana karakter Sakti berdiri untuk berlindung dari serudukan banteng raksasa itu. Serudukan monster banteng raksasa itu membentur tebing es sehingga menerima efek stun. "Bagus...!" Sakti segera menekan skill yang bernama Enflicting Of Crush Lv-5 dan langsung mengarahkannya ke arah di mana banteng raksasa yang masih terkena efek stun. Dengan satu serangan, banteng raksasa itu langsung lenyap dengan seketika dan menjatuhkan sebuah item berbentuk sebilah pedang yang bernama Calibrex. "Item ini tidak cocok dengan job yang ku gunakan...." Sakti ingin membuang item itu begitu saja, kemudian seketika ia mengurungkan niatnya setelah teringat bahwa item yang baru saja didapatkannya itu adalah sebuah item langka. "Astaga, aku hampir saja membuangnya... Teman-teman yang lain pasti ada yang menggunakan job pedang dan membutuhkan senjata ini, sebaiknya aku simpan dulu...." Sakti melanjutkan perburuannya. Ia kembali memancing salah satu monster banteng raksasa dan melenyapkannya dengan cara yang sama. Satu per satu monster yang berada di dekat karakter Sakti berada pun lenyap dengan tekhnik yang sama sampai tidak ada lagi monster berwujud banteng raksasa yang tersisa di depan. Sakti menekan tombol 'I' pada keyboard untuk memeriksa semua item yang berada di dalam Inventory. "Aku masih belum mendapatkan item yang cocok dengan job penyihir..." gumam Sakti sedikit kesal, "Tidak apa-apa, yang penting levelku sudah bertambah delapan level...." Kemudian, Sakti teringat beberapa item yang dulu pernah dia dapatkan, "Kenapa aku tidak pernah lagi mendapatkan item tali tambang, kain, dan batu ya?" gumam Sakti heran sembari mengerutkan kedua keningnya, "Sebaiknya nanti aku coba menanyakannya pada yang lain...." Sakti kembali menggerakkan karakternya menelusuri jalan yang tepat mengarah ke stadion di mana dia dan teman-temannya sudah berjanji akan berkumpul di sana. Semua monster yang berada di jalurnya, dia lenyapkan satu per satu dengan tekhik yang sama seperti dia melenyapkan monster berwujud banteng raksasa. Sakti menatap ke kiri atas layar monitor tepat ke arah bar Status Misi yang berada tepat di bagian bawah bar Status Level Karakter. "Dua monster lagi dan aku akan mendapatkan hadiah dari misi...." Sakti melanjutkan perburuannya dan kembali melenyapkan dua monster yanh berada di dekat jalur. "Bagus... Item apa yang akan aku dapatkan dari hadiah misi ?!" gumam Sakti sembari mengarahkan kursor ke kiri atas tepat ke arah bar Status Misi yang sudah muncul tulisan 'Claim Reward' tepat di sampingnya. Sakti menekan tombol 'I' pada keyboard dan membuka inventory. Tatapan Sakti mengarah pada sebuah item yang berbentuk sebuah peti yang bernama Ancient Box. Sakti mengarahkan kursor pada item bernama Ancient Box dan segera menekan tombol kiri pada mouse untuk membuka isi dari peti itu. Sebuah item berbentuk sebuah bola kristal berwarna merah bernama Hellios Orb langsung masuk ke dalam inventory. "Akhirnya aku mendapatkan item yang cocok dengan job penyihir...." Sakti tersenyum senang setelah berhasil mendapatkan item itu. Sakti mengarahkan kursor ke arah item bernama Hellios Orb untuk memeriksa fungsi dari item itu. "Dia memiliki elemen api, ini sangat cocok karena aku sangat membutuhkannya untuk meningkatkan dampak serangan dari Skill Enflosive Of Endfire-ku, walaupun skill itu masih level satu." Sakti langsung menggunakan item bernama Hellios Orb itu pada karakternya. Aura merah tampak mengelilingi karakter yang digunakan Sakti. "Ternyata tampilan dari kostum efek-nya lumayan bagus.... Benar kata ayah, bermain mulai dari awal lebih menyenangkan dari pada bermain langsung mencapai level tertinggi tanpa usaha.....!" Sakti kembali menyeret matanya ke kiri atas layar monitor tepat ke arah bar Status Misi. "Delapan puluh monster lagi dan aku akan mendapatkan hadiah selanjutnya...." Kemudian Sakti kembali menggerakkan karakternya untuk melanjutkan perjalanan menuju ke stadion di mana dia dan teman-temannya sudah berjanji untuk berkumpul di sana.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN