56. Kebencian Bu Verita

1020 Kata

Bu Verita ibunya Sakti pun kembali keluar dari kamar setelah selesai merapikan spray tempat tidur Sakti anaknya. JLEK... Setelah terdengar bunyi pintu yang kembali ditutup oleh Bu Verita, seketika Sakti menghela nafas. "Huh...." Sakti mengelus dadanya karena menahan gugup takut jika ibunya tahu kalau ayahnya berada di dalam kamarnya, apalagi jika membahas tentang game yang sama sekali tidak disukai oleh ibunya. "Psstt.... Sakti, bagaimana?! Apa sudah aman?!" bisik Pak Edwan terdengar dari kolong ranjang tempat tidur Sakti. "Iya, Yah... Sudah aman," jawab Sakti pelan. Pak Edwan pun bergerak keluar dari kolong tempat tidur. JEDUG... "Aduh!" jerit Pak Edwan seketika karena kepalanya tidak sengaja membentur sudut ranjang ketika hampir keluar dari kolong tempat tidur. "Sakti?! Kamu ken

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN