Sakti berjalan sambil memikirkan sikap Yoland yang tidak biasa kepadanya. "Apa mungkin ayah Yoland tahu jika anaknya masih melakukan hobinya?!" pikir Sakti, "Tapi, dia tahu darimana?! Apa Rayis yang membeberkannya kepada ayah Yoland?!" Sakti terus berjalan dan tidak terasa ia pun tiba di depan rumah kediaman Rico. TOK... TOK... TOK.... "Rico...." panggil Sakti sambil mengetuk pintu depan rumah kediaman Rico. "Rico... Itu temanmu di depan.....!" Terdengar samar suara perempuan yang tidak lain adalah kakaknya Rico. Beberapa saat terdengar langkah kaki yang tergesa-gesa semakin mendekat ke arah pintu depan di mana Sakti menunggu. JLEK.... "Ayo ke atas, Sakti..." ucap Rico seketika mempersilahkan masuk dan mengajaknya ke kamarnya yang ada di lantai atas. Sakti melangkah masuk mengirin

