KRIIIIING..... KRIIING..... KRIIIING...... Deru bunyi dering alaram jam weker yang berada di atas meja di samping tempat tidur membuat Sakti langsung terbangun dari tidur. Kedua bola matanya seketika terbelalak karena terkejut mendengar suara deru dari alaram jam weker. Sakti segera beranjak bangun dan langsung pergi ke kamar kecil untuk membasuh wajahnya yang masih terasa mengantuk. Setelah mengeringkan wajahnya dengan handuk kecil, Sakti teringat tentang hal yang tadi malam ditunjukkan ayahnya. Yaitu tentang sebuah titik hitam yang berada di tengah pulau kecil. "Sepertinya aku harus memberitahukan itu kepada teman-teman, karena titik hitam tidak bisa dibiarkan begitu saja walau posisinya berada sangat jauh dari keramaian pemain," pikir Sakti. Sakti bergegas keluar dari kamar kecil,

